Serius, bukan cuma
itu! Malah ini bisa jadi hal terburuk kalo anda terjebak di lift,
melebihi apa yang pernah anda bayangkan. Dan sedihnya (mungkin ini
adalah kabar baik bagi beberapa orang), saya yang mengalami hal
tersebut. Kenapa harus gue? Dosa apa yang telah kulakukan sehingga aku
pantas menjalani kenyataan ini? Dan siapakah yang akan menjadi juara
Champions League musim ini? Semoga Man Utd, wahai dewa sepakbolaaaa!
Oke, back to topic.
Jadi
saat itu saya sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah (Ya masa
pulang ke mol? Lo kata gua mannequin!). Setelah melewati jalan yang
berliku panjang, akhirnya saya sampai juga di gedung kondominium
tercinta. Entah kenapa, sejak di perjalanan pulang tadi itu feeling
saya sudah ga enak. Bukan semacem feeling kebelet berak gitu (maaf
tidak tersensor), tapi lebih kearah feeling yang menyiksa sukma dan
jiwa. Saya pun sampai sempat membatin,"Ya Tuhan, tolong buatlah Man Utd menjadi juara liga Champion.." Teteeeeeeeeeup.
Untuk mencapai rumah, saya hanya memiliki dua opsi:
- Dengan
membuka pintu bertuliskan Emergency Exit, lalu mengambil nafas panjang
dan mulai melangkah kecil menaiki ratusan anak tangga hingga ke lantai
18. That’d be cute!
- Naek lift. Enough said.
Udah
jelas donk pilihan yang saya buat yang mana? Yep, yang pertama. Hahaha
ngga lah! Pelari marathon dari Kenya juga pasti bakalan milih naek lift
kaleeeeee. Nah oke oke jangan beranten, pokoknya intinya gue naek lift
sampe kerumah. Buset pengen ngomong gitu aja kok ribet banget yak -.-
Ketika di lift, hal buruk terjadi. Benar-benar buruk. Paling buruk dari sejarah hal-hal buruk yang pernah terjadi.
Liftnya
stuck di lantai ke-sekian. Saat itu saya tidak sendirian di dalam lift,
melainkan bersama satu orang lagi. Dan itulah hal paling buruknya. BANCI. Ketika liftnya stuck, banci tersebut cuma bisa,"Oh my god, cemane ni? Cemane tu? Ape kita kena buat?"
sambil muter-muter kaya kipas angin butut. Dan gue cuma bisa berdiri
tercengang di sudut lift sambil memikirkan hal-hal terindah yang pernah
terjadi dalam hidup gue, tidak lupa sambil komat-kamit mengucapkan doa
supaya saya tidak diperkosa banci tersebut. Demi kenyamanan para
pembaca, saya tidak akan mendeskripsikan bagaimana cara banci tersebut
berpakaian dan tingkah-polahnya. Yang pasti menyeramkan.
Logika
dan insting-bertahan-hidup saya pun akhirnya mengambil peranan. Saat
itu juga, saya langsung menekan tombol berwarna kuning bergambar
telepon. Tak lama kemudian ada suara satpam yang muncul dari speaker
yang ada di dalam lift. Satpam tersebut berkata,"Don’t panic, stay cool."
Stay cool kata lu? Dengan berada di ruangan sempit dan panas bersama
seorang banci? Buseeeeet! Tidak semudah itu, dude. Tidak semudah itu.
Setelah
mengalami 3 menit yang panjang, akhirnya lift tersebut bekerja kembali!
Tanpa berani menatap sang teman satu lift, saya pun segera berlari
menuju rumah.
salam manis,
Ketua Klub Takut Banci se-Jabotabek.
ps: To read my whole blogs journal, please visit http://deodeo.multiply.com
I will love you!